MATARAM – Merayakan perjalanan panjangnya di dunia pendidikan, Universitas Terbuka (UT) menggelar acara Tasyakuran ke-42 yang dipusatkan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (14/9/2026). Momentum ini menjadi tonggak penegas komitmen UT dalam menghadirkan inovasi pendidikan tinggi yang membawa dampak nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Tahun ini, Tasyakuran UT mengusung tema agung “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”. Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan kehadiran penceramah kondang, Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. Turut hadir para pejabat Pemprov NTB dan pemerintah kabupaten/kota setempat, pimpinan perguruan tinggi, Rektor dan jajaran pimpinan UT, Direktur UT Mataram, mitra perbankan dan industri, hingga sivitas akademika. Tak hanya di Mataram, perayaan ini juga diikuti secara serentak melalui sambungan daring oleh UT Daerah di seluruh penjuru Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menititikberatkan pesannya pada pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan teknologi dan nilai-nilai spiritualitas. Menurutnya, inovasi yang lepas dari landasan moral berpotensi salah arah dan gagal memberikan manfaat yang sesungguhnya bagi masyarakat.
“Inovasi tanpa landasan akhlak dan spiritualitas ibarat kapal tanpa kompas,” tegas Prof. Ali.
Pesan Rektor tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan perguruan tinggi di era modern. Sebagai institusi pionir sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT dituntut untuk terus beradaptasi dengan teknologi demi memperluas akses pendidikan, namun dengan tetap mempertahankan nilai-nilai ketakwaan.
Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk meneladani para cendekiawan Muslim masa lalu. Ia mencontohkan Ibnu Sina di bidang kedokteran dan Al-Khawarizmi di bidang matematika, yang sukses melahirkan karya peradaban mendunia tanpa sedikit pun melepaskan akar keimanannya.
Melalui semangat itu, frasa “Mendunia dengan inovasi” tidak hanya diartikan sebagai kemampuan menciptakan teknologi yang diakui secara global, melainkan bagaimana inovasi tersebut membawa dampak positif bagi negeri dan nilai-nilai kemanusiaan.
Suntikan Semangat dari Ustadz Abdul Somad
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan dalam Tasyakuran UT ke-42 ini adalah tausiah dari Ustadz Abdul Somad. Kehadiran beliau sukses memberikan pencerahan sekaligus energi baru bagi sivitas akademika UT untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat nilai spiritualitas dalam berkontribusi bagi negara.
Di sela-sela tausiahnya, Ustadz Abdul Somad juga secara khusus memberikan motivasi kepada para siswa dan masyarakat luas agar tidak ragu memilih Universitas Terbuka sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Memasuki usia ke-42 tahun, UT terus mengokohkan perannya dalam menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Acara tasyakuran ini pun menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar UT untuk mensyukuri pencapaian yang telah diraih, sekaligus menatap masa depan dengan semangat pengabdian.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, membawa harapan besar agar perjalanan Universitas Terbuka ke depannya senantiasa dinaungi keberkahan dan mampu berkontribusi lebih masif dalam memajukan pendidikan di Indonesia.